BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Energi memiliki
peranan penting dalam menunjang kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan
zaman kebutuhan akan energi pun terus meningkat. Untuk dapat memenuhi kebutuhan
energi yang digunakan oleh manusia maka perlu dilakukan pemanfaatan energi yang
tersedia di alam secara optimal.
Di Indonesia
sendiri terdapat banyak sumber daya alam seperti panas bumi dan apabila
dimanfaatkan secara optimal tentunya akan dapat membantu dalam memenuhi
kebutuhan energi khusus nya di negara ini. Namun hal ini belum dapat lakukan
mengingat beberapa sumber panas ini hanya menghasilkan uap dengan panas dan
tekanan yang rendah, dimana suhu uap berkisar antara 80-1700C dengan tekanan
yang rendah berkisar 3 bar jadi masih belum bisa dimanfaatkan secara langsung
jika menggunakan sistem pembangkit tenaga berdasarkan siklus rankine yang
menggunakan fluida kerja air untuk menghasilkan uap.
Dengan kondisi
ini maka agar sumber daya alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
energi listrik yang dapat digunakan oleh manusia maka penggunaan Organik
Rankine Cycle (ORC) bisa dijadikan alternatif dalam memanfaatkan energi yang
ada ini. Adapun organik rankine cycle atau siklus rankine organik ini merupakan
sistem pembangkit tenaga yang menggunakan fluida organik sebagai fluida kerja
nya. Kerja siklus ini sama dengan siklus rankine konvensional yang membedakan
nya hanyalah jenis fluida kerja yang digunakan. Jika pada siklus rankine
konvensional menggunakan fluida kerja air maka pada siklus rankine organik
menggunakan cairan organik sebagai fluida kerja.
Sistem ini
dipilih atas dasar karakteristik kerja ORC yang mampu mengubah fluida kerja
menjadi uap dengan menggunakan panas rendah dari panas bumi, memanfaatkan panas
terbuang, ataupun memanfaatkan panas matahari. Hal ini bisa dilakukan mengingat
fluida kerja organik yang menguap pada suhu rendah (dibawah 1000C). Sehingga
dengan sistem ini panas bumi yang ada bisa dimanfaatkan.
Komponen utama
siklus rankine organik yang paling sederhana adalah pompa, evaporator, turbin
dan kondensor. Selain fluida kerja perbedaan utama siklus Rankine konvensional
dan siklus rankine organik adalah terletak pada evaporator. Jika siklus Rankine
konvensional menggunakan boiler maka siklus rankine organik menggunakan evaporator.
Cara kerja siklus
rankine organik yang digunakan dalam pembangkit listrik yang menggunakan fluida
kerja cairan organik, hampir sama dengan siklus rankine konvensional dimana
cairan organik dipompa ke evaporator kemudian dalam evaporator dialirkan sumber
panas bumi (geothermal water) dengan suhu yang mencapai 800C-1000C akan
mengubah cairan organik dari cair menjadi uap. Uap panas kemudian disalurkan ke
turbin yang berfungsi menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Kemudian
uap tersebut diteruskan ke kondensor dan dicairkan kembali untuk kemudian
diteruskan ke pompa dan kemudian mengulangi siklus. Gambar berikut menunjukkan
prose siklus rankine organik yang menggunakan geothermal water.
1.2. Tujuan.
Tujuan dari di tulisnya makalah ini
yaitu :
1.
Untuk memberikan pengetahuan kepada para pembaca
tentang energy
2.
Untuk menambah wawasan tentang energy
3.
Memenuhi tugas sekolah
4.
Mengenal Pengertian Seputar Energi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Energi
Energi adalah
kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi”
berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan
sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar,
Contohnya ketika kita berjalan kita memerlukan energi. Namun setiap kegiatan
memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-beda. Energi tidak dapat
dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari
satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya pada setrika terjadi perubahan bentuk
dari energi listrik menjadi energi panas.
2.2. Satuan Energi
Satuan
Internasional untuk energi adalah Joule (J), satuan ini digunakan untuk
menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik
panas. Satuan lain untuk energi adalah Kalori (Kal). Hubungan antara Joule
dengan Kalori adalah sebagai berikut :
·
1 kalori = 4,2 Joule atau 1 Joule = 0,24 kalori
Hubungan Joule dengan Satuan
Internasional Dasar lain :
·
1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2
s-2
2.3. Hukum Kekekalan Energi
Berasal dari
manakah energi yang kamu gunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari? Berubah
menjadi energi apakah yang telah kamu gunakan tersebut? Apakah manusia dapat
membuat mesin yang dapat melakukan kerja terus menerus tanpa menggunakan bahan
bakar? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan beberapa pertanyaan yang
berhubungan dengan energi yang mungkin sering kamu tanyakan pada dirimu
sendiri.
Coba kamu
lemparkan sebuah bola vertikal ke atas dan amati sampai jatuh lagi ke lantai.
Ketika bola bergerak ke atas, kecepatan bola semakin lama semakin melambat dan
ketinggian bola semakin besar. Pada ketinggian tertentu, bola berhenti sesaat
dan kembali lagi ke bawah dengan kecepatan yang semakin besar.
Peristiwa
tersebut menunjukkan bahwa energi gerak semakin lama semakin kecil sampai
menjadi nol ketika berhenti sesaat pada ketinggian tertentu. Ke manakah energi
gerak tersebut? Energi gerak (Ek) tersebut ternyata berubah menjadi energi
potensial gravitasi (Ep) sampai akhirnya mencapai maksimum. Begitu pula
sebaliknya, energi potensial gravitasi semakin kecil ketika bola tersebut
bergerak ke bawah. Adapun energi geraknya semakin besar dan mencapai maksimum
ketika sampai di lantai, tetapi energi potensial gravitasinya menjadi nol
ketika sampai di lantai. Setelah diam di lantai, semua energi mekanik benda
habis. Tahukah kamu, kemana perginya? Apakah yang dapat kamu simpulkan? Adakah
energi yang hilang?
Kegiatan tersebut
menunjukkan bahwa energi bersifat kekal. Energi tidak dapat diciptakan dan
tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk energi menjadi
bentuk energi yang lain. Pernyataan tersebut dikenal dengan Hukum Kekekalan
Energi. Telah kamu ketahui bahwa energi mekanik merupakan penjumlahan dari
energi potensial dan energi kinetik: Em = Ep + Ek
Apabila benda
selama bergerak naik dan turun hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi, besar
energi mekanik selalu tetap. Dengan kata lain, jumlah energi potensial dan
energi kinetik selalu tetap. Pernyataan itu disebut Hukum Kekekalan Energi
Mekanik
Berdasarkan Hukum
Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bahwa : Energi Tidak dapat
diciptakan maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu
bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena Itu Jumlah total energi dalam suatu
sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya suatu energi. Energi
Tidak dapat Diciptakan dan Dimusnahkan.
2.4. Bentuk-Bentuk Energi
Dalam menjalani
kehidupan sehari-hari, ternyata ada berbagai macam bentuk energi yang kita
manfaatkan. Nah mari disimak apa saja bentuk energi tersebut.
1.
Energi Mekanik
Energi mekanik
adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi Mekanik
dibagi lagi menjadi dua, yaitu :
1) Energi Potensial,yaitu energi yang
dimiliki suatu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda
tersebut diam pada posisi tertentu. Berbagai jenis energi dapat dikategorikan
sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi potensial dihubungkan
dengan suatu jenis gaya yang bekerja terhadap keadaan fisik suatu materi.
Contohnya adalah ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan sifat fisik
karena adanya gaya elastik, nah inilah yang disebut energi potensial elastik.
Secara Fisika Rumus Energi Potensial adalah sebagai berikut.
Keterangan (Satuan) :
Ep = Energi Potensial (Joule)
m = Massa (kg)
g = Gravitasi (m/s2)
h = Ketinggian (m)
2)
Energi Kinetik
adalah Energi yang dimiliki suatu benda karena pergerakan atau kelajuannya.
Energi kinetik secara jelas dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa tertentu hingga
mencapai suatu kecepatan tertentu. Semakin tinggi kecepatan suatu benda maka
semakin besar pula energi kinetiknya. Contohnya adalah ketika sebuah mobil
melaju, semakin kencang kecepatan mobil tersebut, maka semakin pula energi
kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Adalah Sebagai Berikut :
Keterangan (Satuan) :
Ek = Energi Kinetik (Joule)
m = Massa (kg)
v = Kecepatan (m/s)
Energi Mekanik = Energi Potensial +
Energi Kinetik
2.
Energi Otot
Energi otot
adalah energi yang dihasilkan oleh otot tubuh. Manusia dan hewan bisa menggerakkan
organ tubuhnya untuk melakukan aktivitas karena memiliki energi otot.
3.
Energi Bunyi/Gelombang
Energi Bunyi
adalah energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar
sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda pasti
terdapat energi bunyi, namun tidak semua bunyi tersebut akan terdengar. Semakin
kuat getarannya, semakin besar pula energi bunyi yang dihasilkan. Contohnya
adalah ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin
besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan.
4.
Energi Listrik
Energi listrik
timbul dan perpindahan muatan-muatan listrik. Listrik merupakan salah satu
bentuk energi yang paling banyak digunakan. Misalnya, listrik untuk peralatan
rumah tangga (magic jar, setrika, kompor listrik), peralatan elektronik, dan
lampu penerangan.
Anda telah
mengetahui bahwa jumlah muatan yang mengalir adalah kuat arus listrik dikalikan
dengan lamanya arus tersebut mengalir, atau ∆Q = I∆t. untuk memindahkan
sejumlah muatan dari potensial yang satu ke potensial yang lain, dibutuhkan
suatu energy. Sebuah hambatan R
dihubungkan dengan sebuah sumber tegangan listrik sehingga menimbulkan tegangan
Vab atau beda tegangan antara ujung-ujung hambatan R menjadi V,
dengan kuat arus I mengalir selama ∆t.
Adapun besar
energy yang diperlukan untuk memindahkan muatan pada hambatan tersebut
dinyatakan dengan persamaan :
Sehingga, untuk energy listrik
memenuhi persamaan W = V I∆t
Keterangan :
W = energy yang dihasilkan oleh
sumber tegangan (Joule)
I = arus listrik dari sumber
(Ampere)
∆t = waktu (Sekon)
V = beda potensial listrik (Volt)
Dengan menerapkan hukum ohm pada
sebuah rangkaian listrik yaitu V = IR, maka energy listrik dapat dituliskan
dalam bentuk persamaan :
W = V I∆t
W = I2 R ∆t
W = (V2 / R )∆t
5.
Energi Panas (Kalor)
Energi Panas
adalah energi yang terjadi karena pergerakan internal partikel penyusun dalam
suatu benda. Energi panas merupakan energi yang berpindah dari suatu partikel
yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Contohnya ketika
memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air sehingga membuat
air dapat mendidih.
Kalor merupakan
salah satu bentuk energi. Satuan kalo dalam SI yaitu joule (j), satuan lainnya
yaitu kalori (kal)
1 kal = 4,2 J atau 1 J = 0,24 kal
Rumus Kalor
Rumus untuk
menghitung jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu
adalah sebagai berikut :
dimana,
Q = jumlah kalor yang diserap atau
dilepas (joule)
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis zat (joule/kgoC)
ΔT = perbedaan suhu (suhu akhir –
suhu awal zat) (oC)
Rumus untuk
menghitung besar kalor yang yang mampu mengubah wujud zat adalah sebagai
berikut :
dimana,
Q = jumlah kalor yang diserap atau
dilepas (joule)
m = massa zat (kg)
L = kalor laten / kalor lebur
(joule/kg)
Rumus untuk
menghitung kalor uap (kalor yang diperlukan untuk menguapkan satu satuan zat
pada titik didihnya) adalah sebagai
berikut :
dimana,
Q = jumlah kalor yang diserap atau
dilepas (joule)
m = massa zat (kg)
U = kalor uap (joule/kg)
Rumus untuk
menghitung kapasitas kalor (kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat 1oC
lebih tinggi) adalah sebagai berikut :
dimana,
C =kapasitas kalor (joule/oC)
Q = jumlah kalor yang diserap atau
dilepas (joule)
T = suhu zat (oC)
Dalam rumus kalor dikenal asas
black, yang berbunyi :
“Banyaknya
kalor yang dilepaskan benda bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang
diterima benda yang bersuhu lebih rendah” – Asas Black
6.
Energi Cahaya
Energi Cahaya
adalah Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Contohnya adalah
ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya maka semakin sedikit
pengaruh cahaya tersebut terhadap penglihatan.
Cahaya juga punya
energi yang dilepaskan dalam bentuk foton-foton. Rumus energi cahaya.
energi cahayah = tetapan Planck
(6,626 × 10–34 J dt).
c = kecepatan cahaya dalam vakum (3
× 108 m det–1).
λ = panjang gelombang (m)
f = frekuensi
7.
Energi Kimia
Energi Kimia
adalah Energi yang dihasilkan karena adanya interaksi secara kimia dari reaksi
kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya adalah Makanan yang masuk ke dalam
tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat
dimanfaatkan oleh tubuh, nah saat proses reaksi kimia juga terjadi energi
kimia.
8.
Energi Nuklir
Energi Nuklir
adalah Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang
membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan atau penyatuan inti atom
akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti
atom. Contohnya adalah penggunaan bom nuklir.
contoh banda-banda yang memiliki
energi nuklir diantaranya adalah:
1.
Pembangkit listrik tenaga nuklir
2.
Awan cendawan karena bom nuklir
v
Fisi Nuklir
Secara umum,
Energi nuklir ini dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Fisi Nuklir adalah
sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah
menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme yang
semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi nuklir
ini adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat yang akan
menghasilan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini
mampu menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk suatu reaksi
fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat
membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, jika terjadi pelepasan
energi yang besar dalam waktu singkat maka akan sangat membahayakan jiwa
manusia. Mekanisme ini sebenarnya sering terjadi di dalam bom nuklir yang
menghasilkan ledakan dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai
yang tak terkendali serti memiliki potensi daya ledak dahsyat dan dapat dibuat
dalam bentuk bom nuklir.

Gambar
: Reaksi Fisi Berantai
Disisi lain
pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat digunakan untuk
hal-hal yang lebih bermanfaat lagi. Oleh sebab itu, reaksi berantai yang
terjadi dalam reaksi fisi ini harus dibuat lebih terkontrol lagi. Dalam
mengontrol reaksi fisi ini maka diperlukan sebuah reaktor nuklir. Reaksi
berantai yang terkendali dapat dilakukan dalam reaktor yang terjamin
keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lebih
berguna lagi, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
Untuk memproses energi nuklir ini
Reactor nuklir terbagi menjadi dua jenis yaitu:
Gambar
: Reaksi Fisi Berantai Terkendali
Reaktor fisi,
yang membangkitkan panas melalui reaksi fisi nuklir dari isotop fissil uranium
dan plutonium, selain itu reactor fisi terbagi menjadi 3 bagian yaitu: Reaktor
thermal, Reaktor cepat, Reaktor subkritis.
Reaktor fusi,
menawarkan kemungkinan pelepasan energi yang besar dengan hanya sedikit limbah
radioaktif yang dihasilkan serta dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Namun
demikian, saat ini masih terdapat kendal-kendala bidang keilmuan, teknik dan
ekonomi yang menghambat penggunaan energi fusi guna pembangkitan listrik.
Dalam penggunaan
energi nuklir biasanya pemanfaatan digunakan untuk pembangkit lisrik tenaga
nuklir (PLTN). Penggunaan energi nuklir sendiri memiliki kekurangan dan
kelebihan yaitu:
I.
Kekurangan
·
Resiko kecelakaan nuklir
·
Limbah yang dihasilkan nuklir tersebut.
II. Kelebihan
·
Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca
·
Tidak mencemari udara
·
Sedikit menghasilkan limbah padat
·
Biaya bahan bakar rendah atau murah
·
Ketersediaan bahan bakar yang melimpah.
9.
Energi Elastisitas
Yang namanya
energi ternyta juga tersimpan dalam benda seperti karet, pegas, dan benda-benda elastis lainnya. Energi yang
dimiliki benda elastis tersebut sama dengan 1/2 hasil kali konstanta pegas
dengan perubahan panjang benda elastis yang memanjang maupun memendek. Rumus
energi nya:

E = Energi
k = konstanta pegas
x = perubahan panjang
2.5. Sumber Energi
Pengertian sumber
energi adalah segala sesuatu di sekitar kita yang mampu menghasilkan energi. Di
sekitar kita banyak sekali macam macam sumber energi yang bisa menghasilkan
berbagai macam energi. Sumber energi secara garis besar dapat dibedakan menjadi
dua kelompok yaitu :
1.
Sumber energi yang terbarukan
Sumber energi
yang terbarukan atau yang dapat diperbaharui dan bisa dipakai tanpa khawatir
habis. contohnya :
·
Energi surya atau matahari
Energi matahari
sangat melimpah jumlahnya khususnya bagi wilayah yang beriklim tropis.
pemanfaatan sinar matahari adalah dengan menggunakan sel surya yang berfungsi
mengubah energi surya menjadi energi listrik. Ada juga yang memanfaatkan sinar
matrahari untuk memasak dengan menggunakan kompor bertenaga sinar matahari
contohnya di negara India.
·
Panas bumi
Panas bumi
merupakan energi yang bersumber dari dalam perut bumi, Panas bumi merupakan energi yang melimpah dan terbarukan
sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan energi panas bumi.
Selain jumlahnya
yang melimpah energi ini memiliki harga yang lebih ekonomis dan ramah terhadap
lingkungan. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan
energi panas bumi, hal ini di karenakan indonesia mempunyai banyak gunung
berapi aktif yang menjadi keuntungan
tersendiri bagi negara kita. Contoh pemanfaatan panas bumi adalah dengan
mengubahnya menjadi pembangkit listrik.
·
Angin
Pemanfaatan
energi angin sedang gencar-gencarnya di lakukan oleh banyak negara di seluruh
dunia karena sumber energi ini tidak terbatas jumlahnya, pemanfaatan energi ini
menggunakan kincir angin yang dihubungkan dengan generator atau turbin untuk
menghasilkan tenaga listrik.
·
Energi Biomassa
Biomassa terdiri
dari Tanaman hidup, pohon mati, dan serpihan kayu.
·
Energi Gas Alam
Merupakan energi
yang terbarukan dan harganya lebih terjangkau daripada bahan bakar minyak.
·
Pembangkit Listrik Tenaga Air
Energi yang
bersumber dari tenaga air sudah lama di manfaatkan oleh manusia karena ramah
lingkungan dan juga berlimpah. Pembangkit listrik tenaga air atau PLTA
merupakan salah satu contoh pemanfaatab tenaga air untuk kehidupan yang lebih
baik.
·
Energi Pasang Surut
Pasang surut air
laut dianggap lebih menjanjikan hasil yang maksimal bila di bandingkan dengan
tenaga surya dan tenaga angin. tetapi pemanfaatan energi pasang surut masih
sedikit hal ini di karenakan biayanya yang mahal.
2.
Sumber Energi Tak Terbarukan
Sumber energi
jenis ini jumlahnya terbatas dan tidak dapat diperbarui walaupun ada yang bisa
diperbaharui tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. sumber energi ini saat
ini masih merupakan sumber energi utama yang banyak digunakan walaupun banyak
pihak yang sudah beralih menggunakan sumber energi alternatif. Contoh sumber
energi tak terbarukan adalah :
·
Sumber energi yang berasal dari fosil
Sumber energi ini
sebenarnya bisa diperbaharui tetapi memerlukan waktu hingga jutaan tahun,
berasal dari makhluk hidup yang mati dan terpendam dalam tanah hingga jutaan
tahun. contohnya Minyak bumi, batu bara.
·
Sumber energi yang berasal dari mineral alam
Mineral alam bisa
dimanfaatkan menjdai sumber energi setelah melalui beberapa proses, contohnya
uranium yang bisa menghasilkan energi nuklir.
2.6. Penggunaan Dan Pemannfaatan Energi Dalam
Kehidupan
Berbagai energi
dimanfaatkan dalam kehidupan kita sehari-hari, nah berikut saya berikan contoh
penggunaan energi dengan merubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain.
·
Energi Kimia Menjadi Energi Gerak (Mekanik)
Makanan yang kita makan diolah melalui reaksi kimia menjadi sumber energi untuk
beraktivitas
·
Energi Listrik Menjadi Energi Panas Penggunaan
Setrika untuk menggosok pakaian.
·
Energi Listrik Menjadi Energi Bunyi Penggunaan Tv,Radio,Telepon
untuk menghasilkan bunyi.
·
Energi Listrik Menjadi Energi Gerak (Mekanik
Penggunaan kipas angin.
·
Energi Gerak (Mekanik) Menjadi Energi Panas
Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas.
·
Energi Cahaya Menjadi Energi Kimia Pemanfaatan
cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
Energi adalah
kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi”
berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan
sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar,
Contohnya ketika kita berjalan kita memerlukan energi.
Energi terbagi menjadi 9 bentuk
energy yaitu :
1.
Energi Mekanik
·
Energi Potensial
·
Energi Kinetik
2.
Energi Otot
3.
Enerti Bunyi/Gelombang
4.
Energi Panas
5.
Energi Cahaya
6.
Energi Listrik
7.
Energi Kimia
8.
Energi elastisitas
9.
Energi Nuklir
Dan sumber energy terbagi menjadi
dua
1.
Energi Terbarukan
2.
Energi Tak terbarukan
3.2. Saran.
Saran dari
penulis untuk para pembaca sekalian adalah jagalah lingkungan di sekitarmu dan
gunakanlah enrgi pada porsinya, karna sumber energi adalah apa yang ada
disekitarmu saat ini,jika semua itu tidak terjaga maka dari mana lagi sumber
energy yang akan kita gunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Ø
Tim Literatur Media Sukses. 2015. Cara Mudah
Menghadapi UN 2015 SD. Grasindo
Ø
Alfatah, Arif ; Lestari, Muji. 2015. Bahas
Tuntas 1001 Soal Fisika. Yogyakarta : Pustaka Widyatama
Ø
Suryatin, Budi. Sukses SAINS Fisika 1 Untuk SMP
Kelas 1. Grasindo.
Ø
Prasodjo, Budi, dkk. 2006. Teori dan Aplikasi
Fisika Kelas VIII. Jakarta : Yudhistira
Ø
Rosella, Erica. 2015. Rumus Pocket FISIKA SMP.
Penerbit : Indonesia Cerdas.
Diakses pada 07 Juni 2015.